Webinars

Tuntaskah perlindungan anak dalam Undang Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia?

UU Kewarganegaraan Republik Indonesia atau UU No. 12/2006 telah berlangsung selama 15 tahun, spirit dari dikeluarkannya UU ini adalah agar negara memberikan perlindungan yang maksimum terhadap anak. Dalam perjalanannya tentu ada dinamika perkembangan... Baca lanjutannya....

Demikianlah topik yang akan dikupas dalam Temu Dialog Kabar Indonesia.

Dialog ini adalah bagian dari serangkaian kegiatan daring Bristol Indonesian Society bekerjasama dengan PerCa Indonesia yang dirancang guna menjawab pertanyaan Diaspora Indonesia mengenai Keimigrasian, Harta Perkawinan, Warisan dan pada Minggu tanggal 18 April 2021, pukul 10 waktu London/ 16.00 WIB waktu Jakarta Temu Dialog Kabar Indonesia akan berdialog tentang anak.

UU Kewarganegaraan Republik Indonesia atau UU No. 12/2006 telah berlangsung selama 15 tahun, spirit dari dikeluarkannya UU ini adalah agar negara memberikan perlindungan yang maksimum terhadap anak dengan melihat perkembangan zaman yang semakin memudahkan perpindahan penduduk, dan perkawinan antar bangsa yang membawa kemungkinan anak yang dilahirkan dapat memperoleh dua kewarganegaraan secara terbatas.

Dalam perjalanannya tentu ada dinamika perkembangan kebutuhan subjek yang menjadi inti dari perlindungan ini. Dan tidak sedikit anak yang tadinya memperoleh perlindungan melalui kewarganegaraan ganda, saat ini telah habis masa perlindungannya karena anak tersebut telah memasuki masa usia dewasa.

Meskipun prinsip dasar dari perolehan kewarganegaraan di dalam UU Kewarganegaraan adalah mengikuti prinisp ius sanguinis ( berdasarkan pertalian darah) namun karena negara Indonesia masih menganut asas kewarganegaraan tunggal, maka perlindungan ini terhenti ketika si anak beranjak dewasa.

Zoominar ini akan mencoba mengupas berbagai peraturan yang melekat pada subjek hukum ini. Dan menilik kembali semangat dari terbentuknya UU Kewarganegaraan 15 tahun yang lalu.

Zoominar ini menampilkan dua pembicara yaitu:

Bapak Denny Hariyatna SH., MKn yang akan mengajak kita melihat secara jelas peraturan yang terkait dengan UU Kewarganegaraan. Sebagai praktisi hukum dan sosok yang terus mengikuti perkembangan pergerakan Dwi Kewarganegaraan, darinya kita akan mendapatkan perspektif hukum yang berlaku di Indonesia.

Ibu Enggi Holt selain sebagai Ketua Bristol Indonesian Society, sosok ini adalah salah satu pribadi yang mengusung perubahan dan menanamkan konsep dwi kewarganegaraan terbatas di dalam UU No. 12/2006. Beliau akan berbagi pengalaman tentang perjalannya menembus perubahan persepsi, konsepsi dan animo masyarakat terhadap Dwi Kewarganegaraan.

Bagi orang tua, anak yang telah dewasa dan masyarakat umum yang ingin bergabung mari daftarkan diri ke : https://cutt.ly/rvr6XUH.

Mari kita berdialog…

Sampai jumpa.

0 comments on “Tuntaskah perlindungan anak dalam Undang Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: